Mencari Makna Hidup dengan IKIGAI



  

  Menginjak usia 9 tahun saat itu saya berada di bangku kelas 4 SD yang merupakan pengalaman pertama saya untuk belajar dan mengenal tari traditional, jika dulu saya tidak mengenal tarian tradisional mungkin saat ini saya seperti orang lain yang acuh dan lebih menyukai budaya luar dibanding budaya sendiri, saat ini saya merasa sangat bersyukur karena lebih dahulu mengenal kebudayaan Indonesia, saya mempunyai misi untuk bisa memperkenalkan Indonesia sampai ranah International.

 

Kesukaan dan kecintaan saya ini berawal saat guru SD mengajak saya untuk menari, pertama kali saya menari rasanya sangat menyenangkan dan saat itu saya sangat menikmati dari mulai latihan sampai ke penampilan. Awal mulanya memang sedikit kaku dan kurang percaya diri karena mungkin itu yang pertama kali namun untuk sekarang sudah terbiasa bahkan tampil menari merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari saya. Saat itu saya ingin melanjutkan belajar tari dengan mengikuti sanggar di dekat komplek rumah, saya merasa nyaman dan senang ketika mengikuti sanggar tersebut. 3 tahun berlalu saya sudah mendapatkan 3 piala dalam 3 perlombaan. saya sangat senang akan prestasi itu.

 

Beranjak ke SMP dan SMA saya masih menyukai tarian tradisional dan masih aktif menari, dari sinilah muncul dalam pikiran saya untuk mempromosikan budaya Indonesia sampai ke mancanegara, tapi hanya pikiran yang tidak serius bahkan mungkin hanya mimpi dan tidak akan sampai terealisasi, namun ternyata semua mimpi itu dapat saya wujudkan ketika saya kelas 3 SMA, saya bergabung dengan Tim Muhibah Angklung yang dibina oleh Paguyuban Pasundan, bergabung dengan Tim Angklung inilah saya dapat mewujudkan mimpi saya dengan melakukan perjalanan Misi Budaya 2 benua pada tahun 2018, yaitu benua Australia dan Benua Eropa, , perjalanan misi budaya tersebut merupakan suatu pengalaman yang paling berharga bagi saya, dimana saya dapat memperkenalkan kebudayaan negara yang saya cintai ke seluruh dunia bahkan saya dapat melakukan misi budaya Eropa dengan perjalanan ke 7 negara dan mengikuti festival di 3 negara disana, alhamdulillah kami dapat membawa kabar baik untuk Indonesia yaitu dengan memenangkan Grand Prix atau Juara Umun pada kompetisi di Bulgaria. Rencana misi budaya Tim Muhibah kali ini yaitu misi budaya ke benua Amerika semoga perjalanan ini dapat terwujud seperti misi budaya sebelumnya.

 

Bergabung dengan Tim ini pun saya mendapatkan banyak nilai – nilai positif, karena menurut filosofi angklung sendiri yaitu “We Can’t Play Alone” disini kita perlu bermain dengan bersama, kita harus menyelaraskan hati dari setiap anggota di Tim, kita perlu saling peduli, saling gotong royong dan saling mendukung satu sama lain, maka penampilan angklung akan harmonis dan satu rasa. dari situlah nilai – nilai positif yang saya selalu terapkan sampai saat ini.

 

Saat perjalanan ke Eropa sebenarnya tidak semulus yang orang lain lihat bahkan disana kami mendapat banyak hambatan contohnya hambatan yang paling membuat semua orang di tim terpuruk yaitu ketika sponsor membatalkan kerjasama yang pada akhirnya kami kekurangan biaya padahal masih banyak negara yang belum kami kunjungi saat itu, disana semua tim merasa sedih bahkan banyak dari kami yang ingin menyelesaikan perjalanan dan ingin cepat kembali ke negara kami Indonesia, namun dengan kegigihan kami yang juga ingin menyelesaikan misi budaya ini akhirnya kami berpikir untuk menghadapi masalah ini bersama, kami membuat konser diluar penampilan festival seperti mengamen di pinggir jalan dengan memainkan alat music serta tarian yang kami miliki, akhirnya kami mendapat sedikit tambahan uang untuk melengkapi biaya perjalanan, walaupun kami sedang berada di titik terendah tapi kami mampu membawa dan mengharumkan Indonesia dengan memenangkan Grand Prix disana, saat kami memenangkan Grand Prix atau juara umum akhirnya kedutaan Indonesia di negara yang akan kami kunjungi awalnya susah untuk dihubungi serta tidak mau untuk memberikan bantuan, akhirnya setelah kami memenangkan Juara Umum disana mereka mulai memberikan bantuannya walaupun sedikit namun sangat berharga bagi kami, seperti menyediakan tempat menginap serta makanan – makanan untuk bisa bertahan di Eropa. Dari sini saya berpikir, ketika mengalami titik terendah dalam hidup jangan lah putus asa karena kita tidak akan tau mungkin dikemudian hari akan ada hal baik yang dapat kita rasakan.


 

Disamping saya menyukai kebudayaan Indonesia saya juga suka memasak, hobi saya ini berawal ketika saya senang menonton video tutorial memasak dan tak jarang saya mempraktekannya, dan saya pun selalu membantu ibu saya ketika memasak, saya rasa memasak itu menyenangkan, akhirnya saya melakukan eksperimen beberapa kali dan ternyata banyak dari eksperimen itu sesuai dengan harapan saya, dari situlah saya merasa bahwa memasak adalah passion saya karena ketika memasak saya tidak merasa terbebani bahkan saya sangat bahagia ketika melakukan kegiatan ini.

 

Kemampuan ini saya salurkan dengan menjual makanan yang saya buat, saya baru pertama kali menjalani bisnis dan tidak mempunyai pengalaman sebelumnya, namun saya mempunyai teman yang menjadi partner di bisnis saya ini, walau bukan bisnis besar tapi setidaknya saya dapat belajar untuk bisa menjual sesuatu dan dapat menghasilkan uang, tentunya saat menjalani ini semua saya mersa enjoy, saya pun bercita cita untuk dapat membuat toko kue, saya ingin membuat orang merasa senang ketika memakan makanan yang saya buat.

 

Melestarikan budaya dan memasak merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari saya, keduanya adalah hal yang saya senangi karena saya mendapatkan manfaat dari itu semua, dengan melestarikan kebudayaan Indonesia, maka seluruh dunia akan lebih banyak mengetahui tentang Indonesia, berdasarkan pengalaman saat misi budaya kebanyakan masyarakat luar tidak mengetahui negara Indonesia yang mereka tau hanya Bali tidak tau bahwa Bali merupakan bagian dari Indonesia, jadi untuk itu saya sangat ingin mengenalkan Negara Indonesia ini agar mereka tau kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia sangat banyak bukan terletak di Bali saja. Memasak makanan juga membuat saya mempunyai kepuasan dan kesenangan tersendiri, ketika seseorang mencoba makanan yang saya buat dan mereka menyukai makanan itu, sebisa mungkin saya akan melakukan yang terbaik untuk bisnis saya. Ketika menjalani bisnis ini saya tidak selalu memikirkan tentang uang namun saya ingin melihat orang yang membeli makanan saya menjadi bahagia, karena untuk saya kebahagiaan hadir ketika kita dapat menghadirkan kebahagiaan juga untuk sesama manusia, begitulah prinsip hidup saya.

 

Dalam pencapaian saya saat ini tentunya saya pernah merasakan gagal bahkan banyak sekali kegagalan dalam hidup saya, namun kegagalan itu tidak membuat saya berkecil hati karena saya percaya bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, dengan kegagalan kita akan lebih kuat dan lebih giat untuk dapat mencapai sesuatu yang diinginkan walau mungkin melalui jalan lain, kegagalan yang pernah saya rasakan ini mungkin dapat menjadi bekal ilmu ketika sukses nanti.


Komentar